Grab Mengadopsi AI & Big Data Dongkrak 30 Persen Pendapatan

Grab Mengadopsi AI & Big Data Dongkrak 30 Persen Pendapatan - Adopsi kecerdasan produksi (AI) dan big data dianggap Grab mengoptimalkan operasional dan produktivitas mitranya. Penerapan kedua teknologi tersebut semenjak 2015 dianggap mampu menambah rata-rata 10 hingga 30 persen pendapatan semua sopirnya.


Head of data science Grab Kong-wei Lye menyinggung adopsi kedua teknologi pun membantu perusahaan menilai tarif secara real-time. Komponen permintaan dan persediaan (supply and demand) menilai tarif untuk pelanggan.

"Kami lebih maju, terdapat sekian banyak  komponen guna menilai harga. Misalnya saat ada yang pesan, dan lantas pengemudi nya menjemput jauh atau ke lokasi terpencil sampai-sampai tidak bisa mendapatkan penumpang lagi. Supaya fair ya guna supir harganya naik," ujar Kong-wei di Kantor Grab Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).

Kong-wei menuliskan kedua teknologi ini dapat mencari titik-titik mana yang mempunyai permintaan pesanan tinggi. Dengan begitu, Grab bakal langsung menginformasikan ke pengemudi untuk mencapai titik itu untuk menemukan penumpang.

Kendati demikian, Kong-wei menuliskan pengemudi sering memilih guna menilai tempat mana yang berkeinginan dituju lantaran merasa lebih nyaman beroperasi di tempat-tempat yang telah familiar.

"Kami juga dapat membaca heatmap guna forecast demand yang tinggi. Supir dapat menilai sendiri. Tapi kami memang memberi tahu partner untuk kelokasi dengan high demand. Tapi memang mereka lebih suka beroperasi dilokasi biasa mereka beroperasi," kata Kong-wei.

Untuk mengakomodir urusan itu, Grab sudah dibekali fitur 'Booking Marathon' dan 'My Destination' di software pengemudi. Fitur 'Booking Marathon' hanya dapat digunakan oleh sopir Grabcar supaya bisa langsung menemukan pesanan selanjutnya ketika berkeinginan menurunkan penumpang.

"Sebelum dia menuntaskan perjalanan, dia dapat mendapatkan bookingan lagi. Jadi tersebut salah satu teknik untuk memaksimalkan produktivitas dia," imbuhnya.

Fitur "My Destination" dapat digunakan partner Grabcar atau Grabbike, software ini memungkinkan para partner untuk menilai arah yang berkeinginan ia tuju. Kong-wei menuliskan AI dan big data akan menolong para pengemudi untuk menggali penumpang di sepanjang jalan ke arah yang berkeinginan dituju.

Perusahaan yang didirikan oleh Anthony tan ini mengklaim fitur tersebut menolong pengemudi tetap produktif bahkan ketika berkeinginan kembali ke arah rumah. Pengemudi bakal mendapatkan pesanan yang searah.

"Ini dapat membantu mereka menemukan kerjaan yang sehaluan dengan jalan pulang, darip terdapat mereka jalan kembali tanpa terdapat pesanan. Jadi pengemudi paling menyukainya. Kita bakal prioritaskan orderan cocok dengan arah kembali pengemudi," ucapnya.

Lebih lanjut Kong-wei pun mencontohkan di Singapura terdapat pengemudi yang menemukan lima pesanan saat mengarah ke pulang. Contoh ini memperlihatkan peningkatan optimalisasi dan produktivitas pengemudi. Kendati demikian fitur yang telah live pada mula Januari 2018 ini hanya dapat digunakan maksimal dua kali dalam sehari.

Sekian artikel saya tentang Grab Mengadopsi AI & Big Data Dongkrak 30 Persen Pendapatan semoga artikel ini bisa bemanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Grab Mengadopsi AI & Big Data Dongkrak 30 Persen Pendapatan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel