Usaha Indonesia-Malaysia Merekat Komponen 'Mobil ASEAN'

Usaha Indonesia-Malaysia Merekat Komponen 'Mobil ASEAN' - Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan Malaysia Automotive Institute (MAI) adalah tahap mula merangkai jaringan powerful industri komponen negara-negara di Asia Tenggara. Mimpi besar kolaborasi ini yakni mengawinkan industri komponen Asia Tenggara kemudian dirangkai menyusun "mobil ASEAN".


Direktur Jendral Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan di Tangerang, Sabtu (11/8), menjelaskan, menemukan ekosistem industri komponen Asia Tenggara sulit. Alasannya, semua pelaku industri komponen di setiap negara seringkali sudah terafiliasi dengan pemegang merek.

Salah satu poin kolaborasi IOI dan MAI yakni mendorong joint venture antara perusahaan komponen otomotif di Indonesia dan Malaysia. Langkah mula joint venture itu dipakai untuk memenuhi keperluan produksi mobil bermesin konvensional. Setelah itu, joint venture dapat melakukan risetbareng untuk menghasilkan teknologi baru yang mengekor tren dunia,contohnya hibrida atau listrik.

Tingkat kandungan lokal buatan produk yang dilaksanakan di Indonesia dan Malaysia, laksana pernah diungkap Presiden IOI I Made Dana Tangkas, paling tidak 40 persen. Bila dua-duanya digabungkan maka dapat mencapai 100 persen, dengan begitu asa "mobil ASEAN" yang semua komponennya berasal dari Asia Tenggara dapat terwujud.

"Kalau anda tidak membangun kolaborasi tersebut nanti mereka akan susah mendapatkan komponennya. Padahal basis dari industri otomotif itu ialah komponen. Tak mungkin membina semua, makanya sangat tidak indonesia dengan Malaysia yang lebih dulu," jelas Putu.

Definisi Mobil ASEAN
Putu menjelaskan pengertian mobil ASEAN bukan berarti mobil nasional dengan brand  asal Asia Tenggara. Disebutkan mobil ASEAN dengan kata lain mobil yang diproduksi memakai komponen lokal asal industri komponen di Asia Tenggara.

"Jadi begini, bila kita merundingkan mobil ASEAN itu ialah mobil yang kandungan lokal ASEAN-nya tersebut tinggi. Sebetulnya sekarang pun seperti Toyota buat mobil di Indonesia pun termasuk mobil ASEAN. Tapi yang anda harapkan tersebut tumbuh tren ASEAN," ucap Putu.

Di samping soal pengembangan industri komponen di Asia Tenggara yang dibuka dari Indonesia dan Malaysia, kolaborasi IOI dan MAI pun meliputi penambahan daya saing industri komponen, mengerjakan penelitian dan pengembangan, serta mengembangkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Bukan melulu Indonesia dan Malaysia, menurut keterangan dari Putu kerja sama laksana IOI dan MAI bakal diperluas ke Thailand dan Filipina, sampai akhirnya menyusun ASEAN Automotive Institute Federation yang berisi kelompok pelaku industri komponen di Asia Tenggara.

"Nah yang urgen kita harapkan ke depan nantinya bakal tumbuh tren ASEAN. Ya dapat kita liat, bila kemarin kan dengan program LCGC tumbuh mobil-mobil kecil yang sebetulnya tersebut bukan (misalnya) Toyota. Itu kan sebetulnya produksi sini (dalam negeri) namun mereka bernaung dengan brand  toyota sebab kan masih tidak sedikit yang belum yakin bila tidak pakai brand  enggak bakal laku," ucap Putu.

Sekian artikel saya tentang Usaha Indonesia-Malaysia Merekat Komponen 'Mobil ASEAN' semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Usaha Indonesia-Malaysia Merekat Komponen 'Mobil ASEAN'"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel